+ -

Pages

Saturday, September 7, 2013

Membuat Momentum

Ada saat-saat dimana seseorang terperangkap pada sebuah keadaan. Lebih buruknya, ia tidak menyadari hal itu. Atau beberapa diantaranya bersikap menikmatinya.

“Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Ada dua nikmat dimana manusia banyak tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang’.” (Diriwayatkan Bukhari)

Pernah dengar zona nyaman? yak, kira-kira hadits tersebut bisa menjadi pengingat untuk kita berani membuka diri dengan perubahan di sekitar. Berani mengambil risiko bukan berarti Anda mempertaruhkan keselamatan hidup. Mengambil risiko adalah mempertaruhkan kenyamanan yang Anda rasakan selama ini untuk meraih apa yang Anda inginkan, yang tentunya bersifat positif. Menginvestasikan uang Anda dalam permainan saham merupakan salah satu contoh pengambilan risiko yang positif. Karena Anda belum tahu hasilnya akan baik atau buruk. 

Momentum Perubahan
Istilah momentum yang saya gunakan adalah "saat yang tepat".  Momentum Perubahan berarti waktu paling tepat untuk melakukan perubahan. Dalam bahasa sederhana momentum adalah ketika seorang sopir memutuskan untuk menyalip kendaraan didepannya, atau saat seorang pemain sepak bola memutuskan melakukan tendangan ke gawang. Pertanyaannya adalah, apakah kita harus menunggu hingga momentum itu datang? Ini poinnya. Terkadang orang terjebak dengan hal seperti ini. Contohnya, orang dengan penghasilan 5 juta, menganggap dirinya tidak "Mampu" untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Benarkah? Kata mampu sebetulnya perlu di definisikan lebih jauh, karena mampu tersebut sebetulnya variabel. Mampu atau tidak mampu harus dapat di ukur, artinya bisakah ia menginvestasikan uang 500 ribu perbulan? 

Hal tersebut seolah mengingatkan bahwa, seseorang seperti menunggu momentum. Ia perlu waktu hingga mendapatkan penghasilan besar sampai akhirnya dapat berangkat Haji / Umroh. Kenapa Momentum itu tidak kita buat sendiri?

Momentum sejatinya akan muncul ketika seseorang memberikan triger terhadap dirinya sendiri. Api di padang rumput akan sulit berkobar jika bermodal terik matahari semata, tapi ia bisa dengan cepat terbakar ketika ada trigernya. Triger adalah akselerasi. Akselerasi selalu menjadi pembeda satu dengan yang lainnya. Ia yang membuat seseorang di belakang, menjadi jauh lebih cepat ke depan. 

Pada akhirnya, saya percaya sejatinya momentum itu tidak datang dengan sendirinya. Ia datang karena kita yang memanggil. Ia akan menjadi langkah pertama dari seribu langkah yang akan di tempuh kemudian.
5 Samudera: Membuat Momentum Ada saat-saat dimana seseorang terperangkap pada sebuah keadaan. Lebih buruknya, ia tidak menyadari hal itu. Atau beberapa diantaranya bersi...
< >