+ -

Pages

Tuesday, April 23, 2013

Pengakuan De facto dan De jure


Mungkin, bagian sebagian besar orang yang bergerak di bidang IT, tentunya tidak pernah melewatkan nama Bill Gates. William Henry Gates III (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 54 tahun), lebih dikenal sebagai Bill Gates, adalah pendiri dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft.

Bill Gates anak kedua dari tiga bersaudara dilahirkan dari pasangan William Henry Gates, Sr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell, dan anggota Tingkat Nasional United Way.

Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, tetapi di-drop out. Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada intinya ini sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah” dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.
Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen menulis perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft.

Bill Gates merupakan salah satu dari sekian banyak contoh(Kevin Mitnik, Richard Stallman dan Linus Torvald) orang sukses yang besar karena pengakuan dan penghargaan publik terhadap hasil karya, produk dan semua perjuangan yang ia pernah lakukan masa itu.

Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa, keunggulan de facto tidak kalah penting dengan keunggulan de jure. De Jure yang saya maksud disini, di jabarkan sebagai keunggulan yang diperoleh seseorang berdasarkan pendidikan formal, gelar, dan sertifikasi. Sedangkan De facto, adalah suatu keunggulan yang diperoleh seseorang dari hasil usaha, yang kemudian mendapatkan pengakuan publik, terhadap hasil karya dan produk yang di hasilkan.

Jika melihat kecenderungan saat ini, sebagian besar masih berfokus pada pengakuan de jure, terlihat dari banyaknya mahasiswa berlomba-lomba menjadi seorang lulusan universitas, dan berusaha melakukan diferensiasi diri dengan mengambil berbagai sertifikasi legal sebagai penambah nilai jual. Ternyata, semangatnya perkembangan teknologi, tidak bisa di jawab hanya dengan keunggulan de jure saja, tapi juga de facto. Contoh sederhanya cukup banyak pegiat bidang IT yang justru di kenal karena pengakuan terhadap produk yang ia hasilkan. Contohnya ada Romi Satrio Wahono, beliau adalah salah satu orang yang di akui secara de facto, karena ilmukomputer.com yang ia ciptakan, tapi bukan karena gelar dan sertifikat yang ia miliki.

5 Samudera: Pengakuan De facto dan De jure Mungkin, bagian sebagian besar orang yang bergerak di bidang IT, tentunya tidak pernah melewatkan nama Bill Gates. William Henry Gates III (...
< >